Senin, 24 Agustus 2015

Tips Membersihkan Rumah Setelah Kebanjiran

Musim hujan sudah tiba, saat dimana banyak orang was-was dengan kondisi lingkungan, apalagi bagi lingkungan yang terbiasa tergenang banjir. Kalau hanya disekitar rumah mungkin masih tidak terlalu mengkhawatirkan, namun kalau sudah masuk kedalam rumah dan menggenangi rumah?, ini yang membuat masalah jadi tambah runyam.
Tips Membersihkan Rumah Setelah Kebanjiran
Membersihkan Rumah / gbr: www.infodapur.com
Air yang menggenang dalam rumah bisa merusak barang-barang di dalam rumah, seperti perabot rumah, buku, barang elektronik, dan lain sebagainya. Ruangan pun juga akan kotor dan bau. Kalau sudah begini, harus dilakukan langkah agar barang yang tergenang banjir bisa tetap awet. Beberapa cara yang bisa dilakukan agar barang tetap awet pasca terendam banjir.

Untuk barang-barang elektronik sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu, jangan langsung dinyalakan atau dihubungkan dengan dengan listrik sebelum barang elektronik tersebut di servis. Untuk buku atau kertas berharga lainnya sebaiknya dipisahkan satu dengan yang lainnya agar tidak lengket saat dijemur.

Untuk perabot atau mebel, langkah pertama bersihkan perabot dari banjir agar tidak flek. Kemudian oleskan minyak atau silikon untuk membersihkan noda. Setelah itu, gosok dengan kain lap bersih sampai noda yang menempel hilang. Tidak ada salahnya perabotan tersebut dipelitur ulang agar kembali mengkilap.

Jangan buru-buru membawa karpet ke pencucian, karena ada cara sederhana untuk menghilangkan bau akibat terendam banjir. Setelah banjir surut, gelar karpet di halaman, semprot dengan air bersih di sisi depan dan belakang unuk menghilangkan kotoran yang tertinggal. Setelah yakin bersih, keluarkan sisa air yang ada dengan serokan karet. Bila sudah, selanjutnya cuci karpet dengan sampo sambil disikat searah serat karpet agar tidak rusak. Sesudah itu, semprot dengan air bersih dan jemur. Sebaikny dijemur bolak balik sisi depan belakang agar keringnya merata dan menghindari berkembangnya jamur.

Kasur merupakan salah satu perabotan yang sulit untuk dibersihkan setelah kebanjiran, karena sering flek air hujan sulit dibersihkan dar kain kain kasur. Ada cara yang bisa dilakukan agar kasur tetap bisa digunakan walaupun telah terendam banjir. Siram dengan air bersih sambil sikat untuk membersihkan kotoran sebelum kasur dijemur. Setelah itu, semprot dengan desinfektan, sesudah itu jemur sambil dibolak balik dan dipukul beberapa kali. Bila sudah kering, kasur dibersihkan lagi dari sisa kotoran yang masih membandel. Tahap selanjutnya, semprotkan pewangi beberapa kali dan jemur kembali sampai kering. Setelah itu, kasur bisa digunakan kembali. Semoga bermanfaat.

Baca juga ilmu pelet ampuh luar biasa

Cara Menghitung RAB Pasang Lantai Ubin Granito Uk. 40 x 40 cm

Lantai yang indah merupakan idaman setiap orang, karena dengan lantai yang bersih dan terkesan indah menjadikan rumah lebih nyaman untuk ditinggali. Ada banyak cara dilakukan untuk membuat lantai menjadi indah, selain dengan memasang lantai keramik, pilihan lainnya adalah dengan memasang lantai ubin granito.
Lantai Granit / img: www.mentessobredotadas.blogspot.com
Ada bermacam pilihan ukuran lantai granit dipasaran, salah satunya adalah ukuran 40 x 40 cm. Bagi Anda yang saat ini ingin memasang lantai dari bahan granito 40 x 40 cm, berikut ini saya contohkan cara menghitung anggaran biaya untuk pasangan lantai ubin granito ukuran 40 x 40 cm. Analisa yang saya gunakan adalah dari SNI 2010, dengan perhitungan untuk volume 1 M2.

KOEFISIENSATUANURAIANHARGA SATUANJUMLAH
6.9300 BuahUbin Granito 40x40 cm80,000.00554,400.00
9.8000 KgPortland Semen1,800.0017,640.00
0.0450 m3Pasir Pasang150,000.006,750.00
1.3000 KgSemen Warna12,500.0016,250.00
0.2500 OHPekerja40,000.0010,000.00
0.1200 OHTukang Batu52,500.006,300.00
0.0120 OHKepala Tukang55,000.00660.00
0.0130 OHMandor50,000.00650.00
612,650.00

Dari contoh perhitungan diatas diketahui bahwa kebutuhan biaya untuk 1 M2 adalah Rp 612,650.00. Untuk menghitung kebutuhan biaya total tinggal mengalikan antara harga satuan x volume.

Misal: luas kebutuhan lantai 100 m2, maka perhitungan kebutuhan biayanya adalah 100 m2 x Rp 612,650.00 = Rp 61,265,000.00.

Tapi perlu diingat bahwa analisa diatas untuk granito ukuran 40 x 40 cm dan harga bahan serta upah tenaga diatas hanyalah sebuah contoh, Anda bisa menyesuaikan dengan harga material dan upah tenaga kerja yang ada di wilayah Anda. Untuk analisa tidak perlu dirubah karena itu sudah standar baku dari SNI 2010. Setelah mengetahui cara menghitung anggaran biaya pasang ubin granito diatas, semoga saja dapat memberikan wawasan dan harapannya bisa menghitung sendiri biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan lantai dirumah kita. Semoga bermanfaat..

Baca juga cara pelet wanita dengan cepat

Cara Menghitung RAB Pagar Sementara dari Seng Gelombang Tinggi 2,00 M

Pagar sementara merupakan hal yang wajib dipersiapkan sebelum memulai pekerjaan. Pagar sementara biasanya dipasang di sekeliling lahan yang akan dibangun. Salah satu bahan yang sering digunakan sebagai pagar sementara adalah seng gelombang, karena material ini mudah ditemukan dipasaran, mudah dalam pemasangan, dan bila selesai masih bisa digunakan untuk keperluan lain atau bisa juga dijual kembali.
Pagar Seng Gelombang / img: www.skyscrapercity.co
Untuk menghitung kebutuhan material dan kebutuhan biaya untuk pasang pagar dari seng gelombang bisa dilakukan dengan menggunakan analisa RAB. Berikut ini adalah contoh perhitungan kebutuhan biaya untu pasangan 1 M' pagar sementara dari seng gelombang tinggi 2 meter dengan menggunakan analisa SNI 2010.

KOEFISIENSATUANURAIANHARGA SATUANJUMLAH
1.2500 BtgKayu Dolken diameter 8 - 10 / 400 cm45,700.0057,125.00
2.5000 KgPortland Semen11,312.5028,281.25
1.2000 LbrSeng Gelombang 3" - 5"64,850.0077,820.00
0.0050 m3Pasir Pasang135,000.00675.00
0.0090 m3Koral Beton271,250.002,441.25
0.0720 m3Kayu 5/7X4m Kayu Meranti3,447,500.00248,220.00
0.0600 KgPaku Biasa 2" - 5"26,750.001,605.00
0.4500 KgMeni Besi26,100.0011,745.00
0.2000 OHTukang Kayu52,500.0010,500.00
0.4000 OHPekerja40,000.0016,000.00
0.0200 OHKepala Tukang55,000.001,100.00
0.0200 OHMandor50,000.001,000.00
456,512.50

Dari contoh diatas bisa kita hitung kebutuhan total biaya untuk pembuatan pagar sementara, bila sudah diketahui harga kebutuhan per meter seperti contoh tersebut, tinggal kita kalikan dengan panjang total pagar yang akan dibuat.

Misalnya untuk kebutuhan pagar dengan panjang 100 meter, maka kebutuhan total biaya berdasarkan perhitungan diatas adalah = 100 x 456.512,50 =  Rp. 45,651,250.00.

Namun perlu diingat bahwa harga yang digunakan dalam perhitungan diatas hanyalah sebuah contoh, Anda bisa menggunakan harga bahan dan juga upah sesuai dengan yang ada dilokasi Anda. Untuk analisa (koefisien, kebutuhan bahan, tenaga kerja) adalah baku hasil dari perhitungan SNI, Anda tidak bisa merubahnya, kecuali Anda akan menghitung dengan menggunakan bahan yang berbeda. Selain untuk pagar sementara disekeliling bangunan, perhitungan ini bisa juga untuk menghitung kebutuhan untuk pagar dengan bahan yang sama seperti pagar sementara tersebut. Semoga bermanfaat.

Baca juga ilmu pelet jarak jauh ampuh

Cara Mudah Menentukan Harga Satuan Pekerjaan

Bicara tentang harga satuan pekerjaan, tak lepas dari yang namanya analisa RAB dan harga satuan gahan material dan upah tenaga kerja. Ya, karena hal-hal tersebutlah yang menjadi acuan dalam menentukan perhitungan harga satuan pekerjaan. Pernah suatu ketika saya berdebat dengan seorang pelaksana pekerjaan talud yang merasa ngeyel karena pekerjaannya tidak selesai. Alasannya banyak, karena dana kurang, karena volume tidak sesuai, dan berbagai alasan lainnya. Padahal perencanaan awal sudah diukur volume kebutuhan lapangan, dihitung dengan menggunakan analisa SNI dan juga menggunakan harga riil dilapangan.
Orang itu membandingkan dengan pekerjaan talud lain yang katanya dananya lebih besar sehingga merasa wajar kalau tidak selesai. Padahal, secara perencanaan dan harga yang digunakan sama, otomatis harga satuan pekerjaan sama. Tapi tetap saja orang itu tidak percaya. Berulangkali saya sampaikan alasan secara teknis namun tetap saja dia tidak percaya, entah karena tidak tahu atau memang karena ada sesuatu yang memang tidak benar pada saat pelaksanaan.

Sebenarnya, secara logika sudah bisa diketahui kalau pekerjaan itu bisa dilihat dari banyak faktor: bahan material, perbandingan campuran, jumlah pekerja (HOK). Dengan asumsi jumlah material sama, perbandingan campuran sama, dan jumlah HOK sama, otomatis harga satuan pekerjaannya sama. Tapi, kalau jumlah material sama, perbandingan campuran sama, tapi jumlah HOK atau jumlah hari orang kerja berbeda, otomatis harga satuan pekerjaannya juga berbeda.

Sebagai contoh kasus yang saya ceritakan diatas, ada dua pekerjaan talud dengan volume sama, panjang 100 meter, campuran adukan sama, jumlah tenaga kerja sama, yang satu diselesaikan selama 10 hari, yang satunya selesai selama 15 hari. Dengan melihat lamanya waktu pelaksanaan, otomatis harga satuan pekerjaan berbeda, yang membedakan adalah pada jumlah upah pekerja, karena jumlah harinya selisih yang berakibat pada pembengkakan upah tenaga. Untuk jumlah bahan sama, karena volume dan campuran yang digunakan sama. Sudah jelas diketahui bila penyebab perbedaan harga satuan pada contoh diatas adalah pada selisih upah pekerja.

Rumus sederhana untuk menentukan Harga Satuan Pekerjaan = Jumlah Biaya / Volume yang diperoleh
Contoh: Pekerjaan plesteran dinding menghabiskan biaya Rp 1.000.000, volume yang diperoleh 100 m2. Maka harga satuan/ m2 adalah: Rp 1.000.000/ 100 m2 = Rp 10.000. Jadi, harga satuan/ m2 = Rp 10.000 atau dengan kata lain untuk menyelesaikan 1 m2 plesteran dinding butuh biaya Rp 10.000.

Anda bisa menggunakan rumus sederhana diatas untuk menentukan harga satuan pekerjaan. Dengan kasus yang berbeda, akan diketahui letak selisih harga satuan pekerjaan, bisa karena faktor upah pekerja, harga satuan bahan, atau perbandingan campuran. Semoga bermanfaat.

Baca juga info dukun pelet ampuh

Contoh Cara Menghitung RAB Pasang Atap Seng Gelombang

Atap merupakan komponen wajib yang harus dimiliki oleh rumah tinggal. Ada bermacam jenis bahan yang digunakan sebagai penutup atap, yang paling umum adalah genteng. Namun, ada banyak alternatif lain yang bisa digunakan sebagai penutup atap, salah satunya adalah seng gelombang. 
Untuk saat ini pemakaian seng gelombang sebagai penutup atap biasanya hanya untuk bangunan sekunder, artinya bukan untuk rumah induk. Misalnya saja untuk teras, gudang, kamar mandi luar ruangan, dan sebagainya. Nah, untuk menghitung kebutuhan bahan atau harga pasangan atap seng gelombang bisa menggunakan analisa RAB.

Baca juga: Jenis Bahan Penutup Atap Yang Umum Digunakan

Berikut contoh perhitungan RAB untuk pekerjaan pemasangan atap seng 1 m2:
Koefisien SatuanBahan & TenagaHarga bahan & upahjumlah
0,7000 LbrSeng Gelombang 3" x 6" BJLS 2881.200,0056.840,00
0,0200 KgPaku Biasa 1/2" - 1"16.750,00335,00
0,1200 OHPekerja30.000,003.600,00
0,0600 OHTukang Kayu42.500,002.550,00
0,0060 OHKepala Tukang45.000,00270,00
0,0060 OHMandor40.000,00240,00
Total63.835,00

Pada analisa perhitungan di atas adalah perhitungan RAB untuk kebutuhan 1 m2 pasangan seng gelombang, Anda tinggal mengalikan volume total dengam harga per m2 seperti contoh tersebut. Misalnya volume atap 10 m2, maka kebutuhan biayanya adalah 10 x 63.835 = Rp 638.350. Perlu di ingat, harga di atas hanya contoh, sesuaikan dengan harga bahan dan upah yang ada di wilayah Anda.

Baca juga Ilmu Pelet Birahi ampuh

Cara Menghitung RAB Pasang Paving Blok 8 CM K: 175

Paving adalah salah satu material yang banyak dipergunakan untuk perkerasan jalan, taman, dan juga halaman. Bentuk dan ukuran paving bermacam-macam, ada bentuk segi enam maupun segi empat. Ketebalan paving ada yang 6 cm, 8 cm, 10 cm, dst. Untuk jenis paving yang umum digunakan untuk perkerasan jalan adalah paving segi empat, sedangkan untuk halaman dan taman biasanya menggunakan paving segi enam.
Berikut ini sebuah contoh perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) pasang paving blok tebal 8 cm mutu K 175 untuk luas 1 M2, dengan menggunakan analisa SNI 2010.
Koefisien SatuanUraianHarga SatuanJumlah
1.0100 m2Paving blok Holand 8 cm K : 17560,000.00 60,600.00
0.1000 m3Pasir pasang150,000.00 15,000.00
0.2000 OrgPekerja40,000.00 8,000.00
0.3000 OrgTukang batu52,500.00 15,750.00
0.0300 OrgKepala tukang batu55,000.00 1,650.00
0.0250 OrgMandor 50,000.00 1,250.00
0.0500 lotPeralatan 23,500.00 1,175.00
103,425.00

Contoh perhitungan diatas untuk luas 1 m2, untuk menghitung kebutuhan total biaya tinggal mengalikan antara volume dengan harga satuan per meter persegi.

Misalnya dengan menggunkan harga satuan diatas, untuk menghitung kebutuhan pasang paving dengan luas 50 m2, perhitungan yang digunakan adalah 50 x 103,425.00 =  5,171,250.00. Jadi, kebutuhan pasang paving blok tebal 8 cm dengan mutu K: 175 luas 50 m2 adalah Rp  5,171,250.00.

Harga satuan bahan dan upah yang digunakan dalam perhitungan diatas hanyalah sebuah contoh, untuk menghitung kebutuhan riil tinggal diganti dengan harga bahan dan upah tenaga sesuai dengan yang ada di wilayah Anda. Perlu diingat bahwa yang perlu diganti untuk menghitung kebutuhan riil di wilayah Anda hanyalah harga satuan bahan dan upah tenaga kerja, untuk koefisien, bahan dan kebutuhan tenaga adalah analisa baku SNI.

Baca juga pelet jarak jauh ampuh