Senin, 24 Agustus 2015

AC Yang Cocok Untuk Tempat Komersial

Tak dipungkiri lagi bahwa saat ini kondisi cuaca semakin tak menentu, dan hal yang demikian terkadang membuat manusia merasa tidak nyaman. Untuk mensiasati dan untuk memperoleh kenyamanan dalam ruangan, salah satu cara adalah dengan memberi AC atau air conditioner didalam ruangan, karena AC merupakan suatu komponen atau peralatan yang dapat dipergunakan untuk mengatur suhu, sirkulasi, kelembaban dan kebersihan udara didalam ruangan.
Kamar Hotel / www.tripadvisor.in
 Tumbuhnya pasar air contioner (AC) model kaset (cassette) didorong oleh semakin merebaknya bisnis di sektor industri perhotelan, mal, apartemen, swalayan dan pusat perbelanjaan. AC model ini banyak digunakan ditempat komersial maupun residental. Selain mudah dipasang pada plafon atau langit-langit, AC model ini menawarkan kenyamanan tanpa mengorbankan dekorasi ruangan. 

Para produsen membuat AC dengan tampilan yang menarik, mendesain dengan meminimalisir suara bising, sehingga jenis AC kaset memiliki kebisingan rendah dan tenang namun dengan kinerja yang baik. Ukuran yang tersedia pun ada berbagai macam, mulai dari 1,5 PK sampai dengan 6 PK.

Namun, tidak seperti pemasangan AC split yang bisa dipasang sendirian, pemasangan AC kaset memerlukan ketelitian dan tenaga ahli. Untuk seluruh komponen perlu selalu dalam perawatan agar AC bekerja optimal dan kualitas kesejukan maksimal. Karena AC bersih menjadikan seluruh sistem kerjanya berjalan lancar, kompresor tak lagi berat, sirkulasi udara lancar tanpa hambatan, dan AC pun bisa bertahan lama. Semoga bermanfaat.

Baca juga artikel pengasihan ampuh

Tips Mengatasi Panas Pada Rumah

Memiliki rumah yang nyaman adalah dambaan setiap orang, karena rumah adalah tempat dimana orang tinggal dan mendapatkan kenyamanan, tempat untuk berkumpul dan beraktifitas setelah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja atau aktifitas lain.
Membangun rumah
Namun sayangnya tidak semua rumah bisa memberi kenyamanan bagi penghuninya, ada banyak sebab, bisa karena lokasinya yang kurang strategis, lingkungan yang kurang sehat, daerah yang rawan banjir, dan lain sebagainya. Salah satu penyebab lain yang membuat penghuni rumah kurang nyaman adalah kondisi rumah yang panas.

Untuk alasan yang satu ini, perlu solusi yang tepat, semua bisa dilakukan sejak awal perencanaan sebelum membangun sebuah rumah. Ada beberapa tips untuk mengatasi panas pada rumah tinggal, diantaranya:

  • Ventilasi atap. Buat ventilasi pada atap agar sirkulasi udara lebih baik dan mengurangi panas pada ruangan.
  • Langit-langit dibuat tinggi. Tinggi langit-langit berpengaruh terhadap suhu diruangan, karena jarak yang jauh antara lantai dan plafon dapat menurunkan suhu ruang karena adanya ruang kosong yang memungkinkan udara bergerak bebas. Panas dari atap bisa didinginkan, dengan catatan, ventilasi ruang juga harus baik.
  • Orientasi bangunan terhadap matahari. Sesuaikan penataan ruang dengan posisi matahari, misal: ruang tidur di tenggara sampai timur laut, dapur di utara atau selatan, dll.
  • Ventilasi silang. Seperti diketahui bahwa udara dapat mengalir pada tempat yang berbeda tekanannya. Oleh karenanya perlu membuat ventilasi rumah yang tepat. Buatlah bukaan pada 2 sisi bangunan yang saling bersebrangan. Agar alirannya dapat berputar ke seluruh ruangan, buatlah bukaan dengan ukuran yang berbeda dan tidak saling berhadapan.
  • Hindari efek rumah kaca. Menggunakan material kaca untuk rumah memang bagus, namun perlu memperhatikan juga efek yang bisa ditimbulkan. Gunakan material kaca seperlunya, jangan terlalu banyak menggunakan material kaca kalau memang bisa diganti dengan material lain yang lebih "bersahabat".
  • Warna bangunan terang. Jangan asal mengecat rumah, selera warna boleh-boleh saja, namun alangkah baiknya disesuaikan juga dengan kenyamanan dan efek yang bisa ditimbulkan.
  • Plafond bermaterial berat. Buat plafond dengan material berat, meski lebih mahal namun bisa memberi kenyamanan. Sebagai contoh adalah bangunan dua lantai akan lebih sejuk ruangan dilantai bawah dibandingkan ruangan yang diatas, karena ruangan yang dibawah sudah terhalangi oleh dak beton lantai dua sehingga panasnya tidak langsung diteruskan kebawah. Ini hanya contoh, bukan berarti harus membuat plafond dari cor beton lho..
  • Halaman dengan tanaman. Banyak rumah yang dikeraskan dengan cor beton atau paving agar terlihat rapi namun akhirnya meninggalkan ruang untuk menanam pohon atau tanaman lain. Usahakan menyisakan ruang untuk tanaman agar rumah lebih terlihat hijau dan lebih nyaman untuk ditinggali.
  • Tanaman hias. Masih ada kaitan dengan ruang untuk tanaman, misalnya ada keterbatasan lahan, untuk pengadaan media tanam dapat menggunakan pot. Tanaman hias bisa ditempatkan diteras, atau bahkan didalam ruang, banyak referensi tata ruang yang bsa dijadikan acuan untuk menata tanaman hias di rumah, Anda bisa mencari referensinya.
Dengan beberapa langkah diatas permasalahan panas pada rumah tinggal sedikit banyak bisa teratasi. Oleh sebab itu, jangan hanya asal membangun rumah, namun perlu memperhatikan juga perencanaan yang matang agar rumah nyaman untuk ditempati, karena membangun rumah bukan hanya untuk satu dua hari saja, namun diharapkan rumah bisa ditempati selama mungkin. Semoga bermanfaat.

Baca juga tentang pelet ampuh nusantara

    Contoh Spesifikasi Bangunan Perumahan

    Memiliki sebuah rumah adalah impian setiap orang, utamanya difungsikan sebagai tempat tinggal, atau bagi yang punya dana lebih bisa menjadikan rumah menjadi aset untuk investasi. Sekarang ini dengan mudah orang bisa memiliki rumah, karena sudah banyak pengembang yang menawarkan berbagai tipe dan spesifikasi bangunan yang disesuaikan dengan kemampuan konsumen.
    Contoh Spesifikasi Bangunan Perumahan
    Rumah di Perumahan
    Namun perlu diingat, bagi yang masih awam dengan bangunan perlu diperhatikan mengenai spesifikasi bangunan yang akan dibeli. Biasanya dalam setiap brosur penawaran akan disertakan mengenai spesifikasi bangunan. 

    Contoh spesifikasi bangunan perumahan seperti berikut:

    Struktur:Beton Cor
    Pondasi:Pasangan Batu Kali
    Dinding:Bata Merah diplester, dicat
    Lantai:Keramik motif ukuran 30x30
    Atap:Kayu Kalimantan atau yang setara
    :Genteng Morando
    Plafon:Gypsum dengan list
    Kusen:Kayu Kalimantan
    Pintu:Pintu Utama Panel, dicat duco
    :Lainnya double triplek
    Jendela:Rangka kayu dicat dengan kaca ryben bagian depan
    Kamar Mandi:Lantai dan dinding keramik
    :Closet jongkok
    :Bak mandi lapis keramik
    Jaringan air:Sumur pantek
    Listrik:PLN 900 watt

    Dari contoh diatas dapat diketahui bahwa rumah menggunakan struktur beton cor, pondasi dengan pasangan batu kali, dinding dengan bata merah di plester dan dicat, dan seterusnya. Kadang data yang sudah tercantum dalam brosur masih ada penyesuaian dengan situasi dan kondisi pada masa persiapan, masih memungkinkan adanya perubahan.

    Dengan mempelajari spesifikasi yang ditawarkan kita dapat melihat mengenai kualitas bangunan perumahan yang ada. Jangan sampai kita hanya melihat model dan tipe rumah namun tidak mengetahui detail bangunannya. Banyak orang yang tak memperhatikan sebelum memutuskan membeli sebuah rumah, setelah ditempati baru disadari mengenai bahan bangunan dan struktur atau konstruksi rumah tersebut.

    Baca juga ilmu pengasihan ampuh

    Tips Untuk Memilih Tempat Tidur Yang Baik

    Setiap hari orang disibukkan dengan berbagai macam aktifitas, sehingga butuh waktu yang cukup untuk beristirahat agar terjadi keseimbangan. Tidur adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan, oleh karenanya, perlu kenyamanan agar dapat menikmati tidur dengan baik dan menyehatkan tubuh. Ada banyak jenis tempat tidur dipasaran, namun tidak semuanya sesuai dengan kebutuhan.
    Mungkiin saat ini Anda sedang mencari bahan pertimbangan, bagaimana mencari tempat tidur yang pas untuk kebutuhan, oleh karenanya, sebagai bahan pertimbangan, berikut ini ada beberapa faktor untuk memilih tempat tidur: 

    1. Tempat Tidur Baru atau Bekas?
    Tips Untuk Memilih Tempat Tidur Yang Baik
    Membeli kasur bekas mungkin bisa menjadi salah satu opsi yang menguntungkan kantong Anda, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa kasur bekas besar kemungkinan membawa virus, kutu atau hal sejenis lainnya. Maka pikir baik-baik sebelum Anda membeli kasur bekas, apakah sebanding dengan resikonya?. Bagi yang punya dana, alangkah baiknya memilih untuk membeli kasur baru saja agar lebih aman bagi kesehatan. 

    2. Ukuran Tempat Tidur?
    Selain pertimbangan baru atau bekas, pertimbangkan pula ukuran dari ruangan. Ukuran disini bisa dilihat dari akan ditempatkan dimana kasur tersebut?
    • Apakah di ruang tidur anak?
    • Diruang tidur tamu atau diruang tidur utama?
    Pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan jangan lupa kalau ada juga harus diberikan ruang tersendiri untuk barang-barang lainnya di kamar tidur tersebut. 

    3. Tipe Tempat Tidur
    Jangan lupa pilih tipe tempat tidur, hal ini juga menentukan untuk menjaga tema kamar tidur. Anda tentu tidak mau kasur diruang tidur tamu lebih nyaman dari kasur di ruang tidur Anda. Pastikan Anda mengetahui apa yang diinginkan, dan jika berencana membelinya di toko terdekat, pastikan mencobanya terlebih dahulu.

    Demikian beberapa tips yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum Anda memutuskan memilih/membeli tempat tidur. Dengan mempertimbangkan beberapa hal diatas tentu akan mempermudah dalam menentukan tempat tidur yang mana yang sesuai dengan kebutuhan. Semoga bermanfaat.

    Baca juga pelet cinta paling ampuh

    Faktor Penyebab Dinding/ Tembok Retak Atau Pecah

    Dinding merupakan salah satu pendukung kekuatan sebuah rumah. Dengan dinding yang kokoh akan membuat rumah menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati. Namun, banyak dijumpai kondisi dinding rumah yang retak atau pecah. Tentu saja kondisi semacam ini cukup mengkhawatirkan penghuni rumah, takutnya rumah akan roboh atau kejadian buruk lainnya.
    Faktor Penyebab Dinding/ Tembok Pecah Atau Retak
    Dinding Retak
    Ada banyak faktor yang menyebabkan dinding retak atau pecah, bisa karena faktor perencanaan, pelaksanaan, atau memang karena faktor alam. Berikut ini sedikit saya uraikan mengenai penyebab dinding rusak, pecak atau rusak akibat ketiga faktor tersebut:

    1. Faktor Perencanaan
    Faktor ini bisa terjadi pada saat awal perencanaan, beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, diantaranya adalah:
    • Pondasi harus kuat agar tidak ambles, karena saat pondasi amblas maka dinding secara otomatis akan turun dan terjadi retakan/ pecah. Agar pondasi kuat, galian pondasi.
    • Saat perencanaan harus diperhatikan campuran adukan yang akan digunakan, sesuaikan dengan kondisi alam dan faktor beban dan kemanfaatannya.
    • Material yang digunakan harus baik, tidak asal. Karena sekarang ini banyak material yang beredar dipasaran dengan tampilan yang sama namun mutu yang berbeda. Harus selekatif dan sebaik mungkin dalam perencanaan dan pemilihan material yang akan digunakan.
    2. Faktor Pelaksanaan
    Faktor ini terjadi pada saat pelaksanaan pekerjaan pemasangan dinding bata, beberapa hal yang biasa terjadi yang menjadi penyebab dinding retak atau pecah, diantaranya adalah:
    • Tidak memperhatikan perencanaan, asal saja dalam pelaksanaan berdasar pengalaman tukang, tentu saja hal semacam ini kurang baik, sebab bisa saja kebiasaan tukang dalam pelaksanaan pekerjaan belum tentu benar.
    • Idealnya batu bata sebelum dipasang direndam terlebih dahulu agar air semen pada adukan tidak terserap oleh bata, namun terkadang batu bata langsung dipasang tanpa direndam terlebih dahulu. Kondisi seperti ini tentu akan berpengaruh terhadap kekuatan pasangan dinding bata.
    3. Faktor Alam
    Faktor ini bisa terjadi karena faktor alam, bisa karena perencanaan buruk yang tidak mempertimbangkan kondisi alam atau lingkungan yang ada atau bisa karena faktor alam atau bencana alam. Hal yang mungkin terjadi sebagai faktor penyebab diantaranya:
    • Kondisi tanah labil, tanah bergerak. Banyak dijumpai dibanyak wilayah kondisi tanah yang labil sehingga kondisi bangunan terpengaruh, secara tidak langsung berpengaruh terhadap pasangan dinding.
    • Bencana alam, faktor ini sudah jelas.
    Faktor-faktor diatas saling berkaitan satu dengan yang lainnya, sehingga perlu perencanaan yang matang dengan memperhatikan kondisi alam dan pelaksanaan yang baik sesuai dengan perencanaan agar konstruksi dinding baik dan tidak rusak akibat pecah atau retak. Semoga bermanfaat.

    Baca juga artikel pelet ampuh

    Tips/ Pertimbangan Memilih Rumah Kontrakan

    Bagi Anda yang saat ini belum punya rumah sendiri, atau sudah punya rumah sendiri tapi sedang bekerja/berdomisili di daerah lain, barangkali saat ini sedang mencari rumah kontrakan. Nah, sebelum memilih atau menentukan rumah yang akan dikontrak, ada baiknya dipertimbangkan secara matang agar tidak menyesal kemudian hari. Kenapa demikian?, saat ini banyak yang karena alasan kemendesakan akhirnya memilih rumah kontrakan asal dapat dan hanya melihat bentuk fisik rumah saja.
    Tips/ Pertimbangan Memilih Rumah Kontrakan
    Rumah kontrakan
    Ada beberapa hal yang terkadang terlupakan, padahal kalau sudah dibayar sewa kontraknya, kita tidak bisa meminta uang kita kembali kecuali ada perjanjian sebelumnya. Kalau kita merasa nyaman dirumah tersebut sih tidak masalah, tapi kalau sebaliknya?, kan rugi kita.

    Saya sudah beberapa kali pindah rumah kontrakan, kebetulan saya bekerja di luar kota sehingga butuh rumah untuk tinggal bersama dengan teman-teman kerja lainnya. Ada beberapa pertimbangan sebelum memilih atau menentukan rumah kontrakan, diantaranya:
    • Keuangan/ dana yang tersedia. 
    • Ketersediaan air bersih dan listrik yang memadai, karena air dan listrik merupakan kebutuhan yang sangat vital.
    • Usahakan ruang yang tersedia sesuai dengan kebutuhan.
    • Perhatikan betul kondisi rumah, apakah masih baik atau sudah rusak, bersih atau kotor, bocor tidak, kalau musim hujan banjir tidak , dll.
    • Kondisi lingkungan sekitar rumah aman.
    • Fungsi rumah kontrakan, hanya tempat tinggal atau digunakan untuk keperluan lain, tempat usaha misalnya.
    • Letak rumah, strategis, dekat sekolah, dekat rumah sakit, dekat tempat belanja atau pasar, dekat tempat ibadah, dll.
    Beberapa hal diatas barangkali hanya sebagian, masih ada pertimbangan lain yang barangkali lebih terkait dengan selera pribadi. Perlu diingat, kalau misalnya kita merasa nyaman tinggal dirumah yang kita kontrak tersebut, kita bisa memperpanjang untuk beberapa tahun kedepan, otomatis bisa lebih menghemat waktu dan pengeluaran, karena kita tak perlu repot mencari rumah kontrakan baru, tinggal memperpanjang saja tiap tahunnya. Semoga bermanfaat.

    Baca juga ilmu pelet paling ampuh