Senin, 24 Agustus 2015

Tentang Besi/ Cara Pencegahan Korosi Pada Besi

Dalam kehidupan manusia sehari-hari, tentu sering menggunakan besi. Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang). Besi banyak digunakan karena memang mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi, pengolahannya juga relatif mudah dan murah, selain itu persediaan besi dikulit bumi cukup besar.
Besi Tulangan
Alat atau bangunan yang berbahan besi sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalkan saja digunakan untuk perkakas dapur, mesin, jembatan, pagar, railing, pipa besi, tiang telepon, dan masih banyak lagi. Namun sayangnya, besi memiliki kelemahan, yaitu mudah mengalami korosi. Dengan korosi maka bisa mengurangi umur pakai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja.

Dari yang pernah saya baca di wikipedia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah korosi pada besi, diantaranya adalah:
  • Pengecatan. Cara pencegahan korosi dengan di cat biasa digunakan, contohnya untuk pengecatan jembatan, pagar, dan railing. Cat dapat menghindarkan besi kontak dengan udara dan air. Untuk pengecatan lebih baik menggunakan cat yang mengandung timbel dan zink (seng), karena timbel dan zink (seng) melindungi besi terhadap korosi.
  • Pelumuran dengan Oli atau Gemuk. Untuk berbagai perkakas dan mesin bisa dilindungi dengan menggunakan oli atau gemuk, karena oli atau gemuk dapat mencegah kontak dengan air.
  • Pembalutan dengan Plastik. Plastik juga bisa mencegah korosi, karena plastik mencegah kontak dengan udara dan air. Contoh barang yang menggunakan plastik sebagai perlindungan dari korosi, misalnya rak piring dan keranjang sepeda, dll.
  • Tin Plating (pelapisan dengan timah). Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah. Pelapisan dilakukan secara elektrolisis, yang disebut tin plating. Timah tergolong logam yang tahan karat. Akan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh (tanpa cacat). Apabila lapisan timah ada yang rusak, misalnya tergores, maka timah justru mendorong/mempercepat korosi besi. Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu, besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian, timah mendorong korosi besi. Akan tetapi hal ini justru yang diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur.
  • Galvanisasi (pelapisan dengan Zink). Pipa besi, tiang telepon dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Berbeda dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal ini terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi dan zink yang mengalami oksidasi (berkarat). Badan mobil-mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan karat.
  • Cromium Plating (pelapisan dengan kromium). Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating juga dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak.
  • Sacrificial Protection (pengorbanan anode). Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat) daripada besi. Jika logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti.
Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Berbagai jenis logam contohnya Zink dan Magnesium dapat melindungi besi dari korosi. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.

Baca juga pelet ampuh nusantara

Tips Memilih Warna Untuk Ruangan

Warna merupakan salah satu bagian penting dalam menghadirkan kesan dan keindahan di dalam ruangan atau rumah. Banyak orang yang memutuskan memberi warna tertentu dan berbeda-beda pada masing-masing ruangan, namun tidak sedikit pula yang menyamaratakan warna seisi rumah dengan jenis warna yang sama. Tak ada yang keliru, karena memang terkadang semua tergantung dari selera si pemilik rumah.
Pilihan Warna
Namun, jika dipandang dari segi fungsi, barangkali akan lebih indah kalau setiap ruang memiliki warna yang berbeda dan menyesuaikan dengan fungsi ruangan tersebut. Namun perlu diingat pula bahwa dalam menentukan warna untuk masing-masing ruangan tidak boleh asal, perlu pertimbangan keserasian dan kesan dari masing-masing warna. 

Misalkan saja untuk menciptakan kesan hangat dalam ruangan, kita bisa memilih warna merah, jingga, dan kuning. Sedangkan untuk menciptakan kesan sejuk lebih condong pada warna hijau, biru, dan ungu. Dari apa yang saya baca di harian Suara Merdeka edisi 20 April 2013, warna dapat menghadirkan kesan tertetu dan ada beberapa pertimbangan lain dalam menentukan warna untuk ruangan.

Warna merah dapat memancarkan energi cemerlang, vitalitas dan kesan dramatis. Untuk ruangan-ruangan yang bersuhu dingin seperti dapur dan kamar mandi dapat memilih warna merah agar kesan hangat dapat terasa. Namun jangan terlalu mencolok dalam penggunaannya, karena bisa menghadirkan lebih sempit. Agar terkesan lebih lembut, warna merah dapat dicampur dengan warna putih sehingga menjadi warna merah muda. Warna merah muda dapat menghadirkan kesan feminin yang lebih kuat, dan tentu saja dapat menghadirkan kesan romantis. Maka tek heran bila warna merah muda banyak digunakan pada kamr perempuan.

Warna jingga hampir sama dengan kesan warna merah, warna jingga berkesan menggugah bila dipadukan dengan warna hitam, abu-abu, putih,  atau biru. Bila dicampur dengan warna koral, apricot, dan putih, maka akan memberi nuansa lembut. Kombinasi warna ini cocok digunakan untuk warna dalam kamar tidur. Untuk menghadirkan kesan elegan dan hangat, warna jingga yang dikombinasikan dengan krem atau putih, cocok digunakan untuk ruang depan, ruang tamu, dan ruang kerja.

Warna kuning adalah warna yang melambangkan keceriaan, intelektualitas yang tinggi dan energi kreatif. Warna kuning bagus digunakan untuk kamar anak, koridor, dan kamar mandi. Warna kuning dapat dipadukan dengan warna netral atau biru, agar tidak terlalu menyilaukan. Ruangan sempit dapat terkesan lebih luas dengan warna kuning pucat, karena warna ini dapat memantulkan cahaya yang kuat.

Warna hijau merupakan warna keseimbangan. Bila digambarkan dengan spektrum warna, hijau terletak diantara warana-warna hangat dan dingin. Rona hijau pucat dapat menghadirkan kesan luas pada kamar mandi dan kamar tidur sempit. Untuk kesan elegan bisa menggunakan warna hijau zaitun. Warna ini cocok diaplikasikan pada ruangan bergaya kantri. namun perlu dicatat, warna hijau membutuhkan pencahayaan yang baik agar tidak gelap saat malam.

Warna biru dapat menyebarkan kesejukan dalam ruangan, karena warna ini berkarakter dingin. Dengan warna biru maka seseorang dapat menikmati suasana suasana sejuk dalam ruangan dan  membuat lebih fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Oleh karena itu maka warna biru sangat cocok digunakan untuk kamar tidur dan ruang kerja.

Warna ungu merupakan warna yang banyak ragam. Ungu tua berkesan misteris dan ungu kemerahan berkesan elegan. Sebaliknya ungu muda menyiratkan kelembutan dan ringan. Perpaduan antara warna ungu muda dan warna ungu pastel dapat menghadirkan kesan anggun dan feminin. Warna ini sangat cocok dgunakan untuk kamar perempuan, sama seperti warna pink.

Demikian beberapa tips yang dapat dipergunakan untuk menentukan warna pada ruanagn/ rumah. Dengan memahami karakter masing-masing warna dapat memudahkan seseorang untuk menciptakan kesan yang diinginkan dalam ruangan. Semoga bermanfaat.

Baca juga ilmu pengasihan ampuh

Menghias Langit-Langit Rumah Agar Lebih Berkesan

Plafon merupakan salah satu bagian dari interior rumah yang letak posisinya di bagian tas, namun demikian, meski posisinya berada dibagian atas bisa menjadi bagian penting dalam memberikan kesan bagi tamu yang bertandang. Tampilan arsitektur interior plafon yang indah memberikan kesan tersendiri dari sebuah rumah.

Untuk membuat tampilan elemen bangunan bagian atas ini lebih menarik, bentuknya bisa diolah dengan aneka lis profil dan lainnya. Untuk kelengkapan plafon ini bisa dipilih dengan menggunakan bahan dari kayu, plywood, maupun asbes. Namun bila dilihat dari segi variasi yang minim dan harga yang tinggi dari produk berbahan dasar kayu, maka alternatif lain dengan menggunakan bahan profil gipsum layak dipertimbangkan.
Plafon Gypsum
Salah satu keunggulan lis profil gipsum adalah lebih fleksibel, utamanya pada sambungan yang biasanya sulit dalam pengerjaannya. Hal ini dikarenakan serat gipsum mudah dan lentur saat pengerjaan. Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, bahan gypsum sangat mudah dibentuk sesuai selera, dari profil yang sederhana hingga yang rumit sekalipun. Bentuk ornamen yang beraneka macam membuat dekoratif ini cocok untuk berbagai gaya rumah, mulai dari yang minimalis hingga yang bergaya modern.

Untuk menghasilkan tampilan plafon agar terlihat indah bisa dilakukan dengan membentuk variasi lekukan pada langit-langit, atau biasa dikenal dengan istilah drop ceiling. Tujuan membuat drop ceiling adalah membagi plafon yang luas dan menegaskan keberadaan sebuah ruang. Drop ceiling membuat plafon dinamis, lampu dapat disembunyikan di dalamnya, sehingga suasana pun jadi hangat dan penampilan semakin cantik.

Sedangkan untuk plafon berbahan kayu, aksesoris yang dipergunakan tak bisa dilepaskan dari kayu juga. Bahan ini juga dapat di ekspos sebagai aksen plafon. Bahan dasar kayu juga bisa dibuat berbagai macam model plafon, namun perlu pengerjan yang rapi. Pada tiap sambungan dipastikan hasil presisi.

Warna kayu umumnya digunakan untuk pengecatan akhir, hal ini dimaksudkan agar daat memberi kesan natural. Namun bisa juga menggunakan cat dengan warna yang lain, tapi harus tetap menyesuaikan dengan desain dan tema ruang agar terlihat menarik. Semoga bermanfaat.

Baca juga pelet cinta ampuh

Agar Suasana Kamar Kos Menjadi Nyaman

Bagi Anda yang saat ini sedang merencanakan untuk membuat kos-kosan, atau barangkali ingin mengembangkan kamar kos yang sudah ada, tak ada salahnya ditinjau kembali tentang hal-hal yang sekiranya bisa membuat penghuni kos-kosan menjadi nyaman. Sebagai mantan anak kos, saya sendiri hanya sekali menempati kos-kosan dan tak pindah-pindah sampai saya lulus sekolah, karena saya nyaman ditempat kos tersebut.
Apa yang saya alami tentu saja ada sebab, karena banyak teman yang pindah kos satu ke kos yang lain hanya sekadar mencari kenyamanan. Ada beberapa tips yang barangkali bisa menjadi pengetahuan agar suasana kamar-kamar kos yang sudah atau akan dibangun bisa menjadi nyaman, diantaranya adalah:
  • Sebisa mungkin menyediakan ruang publik yang cukup luas dengan perbandingan kamar dan raung publik 70:30
  • Pergunakan lahan seefektif mungkin, hindari membuat kamar yang menyisakan ruang, karena selain biris juga tidak fungsional.
  • Kamar mandi yang memadai dan sehat, buat kamar mandi dengan lubang penghawaan yang cukup agar terjadi pertukaran udara dengan baik dan tidak lembab.
Selain hal-hal diatas mungkin masih banyak hal lain yang bisa mempengaruhi kenyamanan. Bagaimanapun juga rumah kos merupakan investasi, kalau penghuni kos tidak nyaman dengan suasana yang ada tentu saja akan berpengaruh terhadap betah tidaknya mereka menempati kamar kos yang ada. Kalau sudah tidak betah karena suasana yang tidak nyaman, bisa-bisa para penghuni kos pindah ketempat kos lainnya yang lebih nyaman. Semoga bermanfaat.

Baca juga pelet ampuh sakti

Contoh Cara Menghitung Volume Talud

Bagi Anda yang ingin menghitung volume talud, berikut ini contoh perhitungan talud dengan asumsi bentuk dan ukuran talud seperti yang ada pada gambar dibawah ini:

Galian tanah
=[0,65 + 0,5] x 1/2 x 1 = 0,575 m3

Urugan tanah kembali
=1/3 x galian tanah = 1/3 x 0,575 = 0,191 m3

Pasangan Batu belah
I. = [0,2 + 0,4] x 1/2 x 0,75 x 1 = 0,225 m3
II. = 0,25 x 0,5 x 1 = 0,125 m3
total volume pasangan batu belah = 0,225 + 0,125 = 0,35 m3

Plesteran
=[0,2 + 0,1 + 0,1] x 1 = 0,4 m2

Pipa drainase
=0,7 x 1 = 0,7 m'

Nah, demikian contoh perhitungan volume talud dengan bentuk dan ukuran talud seperti apa yang ada di gambar. Talud diatas hanyalah sebuah contoh, dalam aplikasinya ada desain talud yang mungkin berbeda, demikian juga dengan ukurannya. Perlu di ingat, asumsi perhitungan diatas adalah untuk panjang talud 1 meter, hal ini untuk mempermudah dalam perhitungan. Bila panjangnya lebih berarti tinggal mengalikan panjang totalnya dengan volume per satu meter.

Contoh:
Dengan asumsi bentuk dan ukuran sama dengan gambar/perhitungan diatas, misalkan panjang total talud adalah 12 meter. 
Galian tanah: 0,575 x 12 = 6,9 m3
Plesteran: 0,4 x 12 = 4,8 m2, dst.

Baca juga ilmu pelet ampuh

Tips Menghindari Bahaya Kebakaran Akibat Arus Listrik

Sudah sering kita mendengar atau bahakan meyaksikan secara langsung terjadi kebakaran pada rumah atau permukiman penduduk, menakutkan memang. Ada banyak faktor penyebabnya, bisa dari kompor, arus listrik, dll. Tentu saja tidak ada yang menginginkan hal tersebut, oleh karena perlu kewaspadaan dan kehati-hatian agar tidak terjadi bahaya kebakaran.

Dari yang pernah saya baca, ada beberapa hal yang mempengaruhi terjadinya bahaya kebakaran akibat arus listrik, diantaranya adalah:
  • Pembebanan yang berlebihan. Gunakanlah listrik sesuai kempuannya, jangan terlalu berlebihan dalam penggunaan, karena pembebanan yang berlebihan bisa berbahaya, bisa memicu terjadinya kebakaran.
  • Pembatas arus listrik tidak sesuai. Pergunakan pembatas arus yang sesuai agar aman dan terhindar dari resiko bahaya kebakaran.
  • Sambungan yang tidak sempurna. Memasang instalasi listrik tentu saja tidak lepas dari sambungan, namun menyambung kabel dengan tidak sempurna bisa menyebabkan resiko terjadinya kebakaran.
  • Kebocoran isolasi. Kelalaian manusia, atau mungkin faktor lain (misal: gigitan tikus, gesekan dengan benda lain, dll), bisa mengakibatkan hal yang fatal, oleh karenanya perlu diperhatikan bagian-bagian sambungan atau bagian yang di isolasi agar tidak terjadi kebocoran.
  • Peralatan yang tidak sesuai standar. Banyak sekali kita jumpai dipasaran adanya peralatan listrik yang tidak memenuhi standar, tentu saja kualitas dan mutunya berbeda dengan peralatan yang sesuai standar (SNI). Memang harganya jauh lebih murah, tapi tentu saja perlu diperhitungkan pula resiko yang dapat ditimbulkan bila menggunakan peralatan yang tidak sesuai standar tersebut.
  • Memicu terjadinya kebakaran di area bahan-bahan yang mudah terbakar dan meledak.
  • Sambaran petir. Pada saat hujan biasanya ada petir, keberadaan petir pun juga bisa menjadi faktor penyebab kebakaran, apalagi bila berhubungan dengan listrik.
Nah, demikian beberapa hal yang bisa mempengaruhi terjadinya kebakaran. Sebisa mungkin kiat berhati-hati dalam pemasangan atau mempergunakan peralatan listrik, usahakan yang standar dan tidak menganggap enteng hal-hal yang terkesan sepele tersebut. Semoga bermanfaat.

Baca juga amalan pelet ampuh