Senin, 24 Agustus 2015

Faktor Penyebab Timbulnya Banjir

image source: www.sukadi.net
Musim hujan memang menyajikan banyak cerita, terutama yang berkaitan dengan air, dan terkadang cerita tentang bencana. Banjir menjadi momok yang menakutkan dibanyak tempat, tak melulu di sungai atau sekitarnya, namun di permukiman penduduk pun sudah menjadi sesuatu yang umum dijumpai.

Bicara soal banjir, tentu ada banyak faktor penyebabnya, dan kalau dicerna sungguh-sungguh, bisa jadi manusia adalah faktor utama penyebab banjir. Menurut saya, ada dua poin penting yang bisa menjadi faktor penyebab timbulnya banjir, diantaranya adalah;

Perencanaan Yang Kurang Tepat
Perencanaan yang matang diperlukan dalam segi apapun. Penataan yang kurang tepat bisa berakibat fatal, contoh yang berkaitan dengan banjir misalnya saja adalah saluran yang kurang jelas hulu dan hilirnya, sehingga terkadang pembangunan saluran berakhir dengan sia-sia karena fungsinya tidak masimal. Dimensi saluran yang tidak tepat bisa menjadi faktor penyebab banjir, pembuatan saluran kurang memperhitungkan debit air sehingga tidak bisa menampung debit air, maka otomatis air akan meluap. Elevasi/tinggi rendah saluran yang sembarangan hanya akan menimbulkan masalah baru.

Masih banyak hal lain yang terkait dengan perencanaan, oleh karenanya untuk meminimalisir timbulnya banjir sedari awal harus dibuat perencanaan yang matang, bukan hanya perihal saluran air saja, tapi juga perencanaan tata kota dan hal terkait lainnya.

Kepedulian Yang Kurang
Untuk masalah kepedulian, ini erat hubungannya dengan manusia. Ambil contoh pembalakan liar, hutan yang merupakan lahan untuk resapan air semakin berkurang, sehingga air tak lagi mampu tertahan. Hal inilah yang bisa mengakibatkan banjir, karena air akan mengalir ke lokasi yang lebih rendah, dan jika aliran tak muat tertampung di sungai maka akan meluap dan banjir.

Saluran air yang berada di tepi jalan saat ini banyak yang tidak berfungsi, banyak orang yang dengan seenaknya menutup saluran di depan rumah/bangunan, biasanya ditutup dengan cor beton atau jenis penutup lainnya sehingga lambat laun saluran tidak bisa berfungsi. Mudah kita menjumpai saluran yang diatasnya dijadikan warung, halaman, atau fungsi-fungsi lain.

Membuang sampah di sungai maupun di saluran barangkali menjadi hal yang mudah dijumpai. Sampah yang dibuang di sungai atau saluran akan menghambat air atau mengakibatkan saluran menjadi mampet, kalau sudah mampet otomatis air akan meluap.

Saluran yang kurang terpelihara. Saluran dibangun pasti suatu saat akan mengalami kerusakan, entah itu rusak secara konstruksi maupun karena faktor lain. Kalau tidak dipelihara maka saluran bisa tidak berfungsi lagi. Pendangkalan pada dasar saluran sangat mungkin terjadi sehingga perlu pembersihan secara berkala.

Nah, demikian sedikit yang menurut saya bisa menjadi faktor penyebab timbulnya banjir. Hal-hal yang saya sebutkan diatas hanyalah sebuah contoh, barangkali masih banyak faktor lain yang bisa menjadi penyebab timbulnya banjir.

Baca juga cara memelet wanita dengan cepat

Beberapa "Kesalahan" Saat Membangun Saluran

Saluran air merupakan salah satu bagian penting yang tidak boleh terlewatkan dalam sebuah penataan lingkungan, karena memang fungsi dari saluran air sangatlah penting. Apalagi saat musim hujan, saluran air memiliki manfaat yang saat terlihat, banjir menjadi sebuah ancaman yang nyata saat saluran air tidak ada atau tidak berfungi.
Saluran drainase
Untuk pembangunan saluran yang sudah melewati perencanaan matang, tentu tidak banyak kendala yang di hadapi pada saat pelaksanaan maupun setelah saluran tersebut difungsikan, namun tak jarang banyak saluran yang akhirnya tidak berfungsi atau sia-sia karena beberapa kesalahan yang entah itu disengaja maupun karena kurangnya sebuah perencanaan matang. 

Dari apa yang pernah saya temui dibeberapa tempat, ada beberapa "kesalahan" yang menyebabkan saluran tidak berfungsi atau berfungsi tidak maksimal,diantaranya adalah:

Kurang memperhatikan tinggi rendah saluran.
Saya pernah menjumpai beberapa saluran yang tinggi rendahnya tidak jelas. Air tidak dapat mengalir dengan maksimal, saat debit air besar mungkin tidak begitu kelihatan, namun pada saat debit air kecil akan sangat nampak, sehingga menimbulkan genangan air. Ini merupakan sebuah masalah baru, sebab jika air menggenang terlalu lama bisa berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Bibir saluran lebih tinggi dari permukaan jalan.
Mungkin ini sering ditemukan, banyak yang kurang memperhatikan hal ini. Memang secara fungsi saluran terpenuhi, namun akan menjadi sebuah masalah saat air yang berada di jalan tidak dapat masuk kedalam saluran. Saat air di jalan tidak masuk ke saluran, otomatis akan mengalir di badan/bahu jalan sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada jalan.

Dimensi saluran yang kurang besar
Dalam membangun saluran perlu diperhatikan dimensi saluran, perlu diperhitungkan debit air yang akan melewati saluran tersebut. Terkadang saluran yang sudah dibangun dimensinya kurang besar sehingga tidak dapat menampung debit air yang ada, hal ini tentu saja mengakibatkan fungsi saluran tidak maksimal.

Fungsi saluran yang tidak jelas
Banyak kita jumpai saluran yang mempunyai fungsi ganda, baik untuk saluran limbah rumah tangga dan juga untuk saluran drainase. Padahal, semestinya saluran air limbah dan saluran drainase terpisah, atau bisa jadi satu dengan desain yang sesuai standar. Namun sering saya jumpai saluran limbah yang juga berfungsi sebagai saluran drainase.

Pangkal-ujung saluran yang tidak jelas
Saluran akan berfungsi secara maksimal saat ada pembuangan akhir yang jelas. Pernah saya jumpai sebuah saluran yang tidak berfungsi karena pembangunannya tidak sampai pada pembuangan akhir. Saluran terhenti ditengah jalan, dan hal ini tentu saja akan menjadi sebuah masalah baru, selain pembangunan saluran yang sia-sia, secara kesehatan juga berpotensi menimbulkan masalah karena bisa saja akan menjadi sarang nyamuk.

Nah, hal-hal diatas hanya beberapa contoh saja, mungkin masih ada faktor-faktor lain yang merupakan "kesalahan" dalam pembangunan saluran. Intinya, dibutuhkan perencanaan yang matang sebelum saluran dibangun. Semoga bermanfaat.

Baca juga ilmu pelet wanita ampuh

Persyaratan Pengajuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)

Rumah merupakan sebuah kebutuhan pokok bagi manusia, selain sebagai rumah tinggal yang merupakan fungsi utama, rumah juga merupakan sebuah investasi untuk masa depan. Untuk saat ini, dengan semakin berkurangnya lahan, perumahan merupakan sebuah alternatif untuk dapat memiliki rumah, selain itu, untuk dapat memiliki rumah disebuah perumahan biasanya bisa melalui sistem kredit.

Dari yang saya baca pada brosur sebuah perumahan di Purbalingga, persyaratan untuk pengajuan kredit kepemilikan rumah diantaranya adalah:
  1. Mengisi formulir permohonan pengajuan KPR
  2. Photocopy KTP (suami+istri)
  3. Pas photo 3x4 berwarna (suami+istri)
  4. Photocopy kartu keluarga (KK)
  5. Photocopy surat nikah (apabila sudah menikah)
  6. Photocopt bukti WNI (untuk non pribumi)
  7. Photocopy tabungan Batara
  8. Surat keterangan bekerja dari instansi atau kelurahan
  9. Perincian penghasilan/slip gaji (suami&istri)
  10. Photocopy SK terakhir (PNS)
  11. Kuasa potong gaji
  12. Photocopy NPWP (kredit>50 juta)
Persyaratan diatas barangkali berbeda dengan persyaratan yang ada di perumahan lain atau di wilayah lain, namun saya kira tak banyak perbedaannya. Bagi Anda yang saat ini ingin mengajukan permohonan pengajuan kredit kepemilikan rumah, mungkin (minimal) mempersiapkan hal-hal diatas, barangkali persyaratannya sama atau mungkin ada pengruangan/tambahan persyaratan. Semoga bermanfaat.

Baca juga pelet wanita ampuh

Fungsi Pondasi Dan Jenis Pondasi Bangunan

Pondasi merupakan komponen/ struktur paling bawah dari sebuah bangunan, meski tidak terlihat secara langsung saat bangunan sudah selesai, namun secara fungsi struktur, keberadaan pondasi tidak boleh terabaikan. Perlu perencanaan yang matang, karena salah satu faktor yang mempengaruhi keawetan atau keamanan bangunan adalah pondasi.
Dalam menentukan jenis, ukuran, dan konstruksi pondasi harus memperhatikan jenis bangunan, beban bangunan, kondisi tanah, dan faktor-faktor lain yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Karena fungsi pondasi adalah sebagai perantara untuk meneruskan beban struktur yang ada di atas muka tanah dan gaya-gaya lain yang bekerja ke tanah pendukung bangunan tersebut. Dengan demikian, sebaiknya perlu perhitungan matang dan tidak hanya berdasar kebiasaan setempat. Karena sering ditemui, banyak yang membuat rumah hanya didasari dari kebiasaan masyarakat. 

Sebagai contoh: Sebuah rumah sudah mengalami retak pada dindingnya, padahal konstruksinya sudah sangat kuat, mulai dari sloof, kolom, dinding, semua menggunakan konstruksi yang kuat. Tapi ada yang terlupakan, tanah yang dipergunakan untuk membangun rumah saat ini adalah bekas sawah, sehingga kondisi tanah belum stabil, sedangkan pondasi yang digunakan adalah pondasi yang biasa digunakan diwilayah tersebut.

Pondasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam.

Jenis pondasi dangkal diantaranya:
  • Pondasi Umpak. Biasanya jenis pondasi ini digunakan pada rumah adat, rumah kayu, atau rumah tradisional jaman dulu.
  • Pondasi Batu Bata. Jenis pondasi yang dibuat dengan bahan dasar batu bata. Dalam pemasangannya disusun sedemikian rupa sehingga dapat menahan berat bangunan yang ada di atasnya dan meneruskanya ke tanah.
  • Pondasi Batu Kali. Jenis pondasi yang bahan dasarnya batu kali.
  • Pondasi bor mini (Strauss Pile)
  • Pondasi Telapak/ Footplat
  • Dll
Jenis pondasi dalam diantaranya:
  • Pondasi tiang pancang (driven pile).
  • Pondasi tiang franki (franki pile)
  • Pondasi tiang injeksi (injection pile)
  • Pondasi tiang bor (bored pile)
Baca juga pengasihan ampuh

Tentang Besi/ Cara Pencegahan Korosi Pada Besi

Dalam kehidupan manusia sehari-hari, tentu sering menggunakan besi. Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang). Besi banyak digunakan karena memang mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi, pengolahannya juga relatif mudah dan murah, selain itu persediaan besi dikulit bumi cukup besar.
Besi Tulangan
Alat atau bangunan yang berbahan besi sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalkan saja digunakan untuk perkakas dapur, mesin, jembatan, pagar, railing, pipa besi, tiang telepon, dan masih banyak lagi. Namun sayangnya, besi memiliki kelemahan, yaitu mudah mengalami korosi. Dengan korosi maka bisa mengurangi umur pakai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja.

Dari yang pernah saya baca di wikipedia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah korosi pada besi, diantaranya adalah:
  • Pengecatan. Cara pencegahan korosi dengan di cat biasa digunakan, contohnya untuk pengecatan jembatan, pagar, dan railing. Cat dapat menghindarkan besi kontak dengan udara dan air. Untuk pengecatan lebih baik menggunakan cat yang mengandung timbel dan zink (seng), karena timbel dan zink (seng) melindungi besi terhadap korosi.
  • Pelumuran dengan Oli atau Gemuk. Untuk berbagai perkakas dan mesin bisa dilindungi dengan menggunakan oli atau gemuk, karena oli atau gemuk dapat mencegah kontak dengan air.
  • Pembalutan dengan Plastik. Plastik juga bisa mencegah korosi, karena plastik mencegah kontak dengan udara dan air. Contoh barang yang menggunakan plastik sebagai perlindungan dari korosi, misalnya rak piring dan keranjang sepeda, dll.
  • Tin Plating (pelapisan dengan timah). Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah. Pelapisan dilakukan secara elektrolisis, yang disebut tin plating. Timah tergolong logam yang tahan karat. Akan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh (tanpa cacat). Apabila lapisan timah ada yang rusak, misalnya tergores, maka timah justru mendorong/mempercepat korosi besi. Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu, besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian, timah mendorong korosi besi. Akan tetapi hal ini justru yang diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur.
  • Galvanisasi (pelapisan dengan Zink). Pipa besi, tiang telepon dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Berbeda dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal ini terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi dan zink yang mengalami oksidasi (berkarat). Badan mobil-mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan karat.
  • Cromium Plating (pelapisan dengan kromium). Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating juga dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak.
  • Sacrificial Protection (pengorbanan anode). Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat) daripada besi. Jika logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti.
Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Berbagai jenis logam contohnya Zink dan Magnesium dapat melindungi besi dari korosi. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.

Baca juga pelet ampuh nusantara

Tips Memilih Warna Untuk Ruangan

Warna merupakan salah satu bagian penting dalam menghadirkan kesan dan keindahan di dalam ruangan atau rumah. Banyak orang yang memutuskan memberi warna tertentu dan berbeda-beda pada masing-masing ruangan, namun tidak sedikit pula yang menyamaratakan warna seisi rumah dengan jenis warna yang sama. Tak ada yang keliru, karena memang terkadang semua tergantung dari selera si pemilik rumah.
Pilihan Warna
Namun, jika dipandang dari segi fungsi, barangkali akan lebih indah kalau setiap ruang memiliki warna yang berbeda dan menyesuaikan dengan fungsi ruangan tersebut. Namun perlu diingat pula bahwa dalam menentukan warna untuk masing-masing ruangan tidak boleh asal, perlu pertimbangan keserasian dan kesan dari masing-masing warna. 

Misalkan saja untuk menciptakan kesan hangat dalam ruangan, kita bisa memilih warna merah, jingga, dan kuning. Sedangkan untuk menciptakan kesan sejuk lebih condong pada warna hijau, biru, dan ungu. Dari apa yang saya baca di harian Suara Merdeka edisi 20 April 2013, warna dapat menghadirkan kesan tertetu dan ada beberapa pertimbangan lain dalam menentukan warna untuk ruangan.

Warna merah dapat memancarkan energi cemerlang, vitalitas dan kesan dramatis. Untuk ruangan-ruangan yang bersuhu dingin seperti dapur dan kamar mandi dapat memilih warna merah agar kesan hangat dapat terasa. Namun jangan terlalu mencolok dalam penggunaannya, karena bisa menghadirkan lebih sempit. Agar terkesan lebih lembut, warna merah dapat dicampur dengan warna putih sehingga menjadi warna merah muda. Warna merah muda dapat menghadirkan kesan feminin yang lebih kuat, dan tentu saja dapat menghadirkan kesan romantis. Maka tek heran bila warna merah muda banyak digunakan pada kamr perempuan.

Warna jingga hampir sama dengan kesan warna merah, warna jingga berkesan menggugah bila dipadukan dengan warna hitam, abu-abu, putih,  atau biru. Bila dicampur dengan warna koral, apricot, dan putih, maka akan memberi nuansa lembut. Kombinasi warna ini cocok digunakan untuk warna dalam kamar tidur. Untuk menghadirkan kesan elegan dan hangat, warna jingga yang dikombinasikan dengan krem atau putih, cocok digunakan untuk ruang depan, ruang tamu, dan ruang kerja.

Warna kuning adalah warna yang melambangkan keceriaan, intelektualitas yang tinggi dan energi kreatif. Warna kuning bagus digunakan untuk kamar anak, koridor, dan kamar mandi. Warna kuning dapat dipadukan dengan warna netral atau biru, agar tidak terlalu menyilaukan. Ruangan sempit dapat terkesan lebih luas dengan warna kuning pucat, karena warna ini dapat memantulkan cahaya yang kuat.

Warna hijau merupakan warna keseimbangan. Bila digambarkan dengan spektrum warna, hijau terletak diantara warana-warna hangat dan dingin. Rona hijau pucat dapat menghadirkan kesan luas pada kamar mandi dan kamar tidur sempit. Untuk kesan elegan bisa menggunakan warna hijau zaitun. Warna ini cocok diaplikasikan pada ruangan bergaya kantri. namun perlu dicatat, warna hijau membutuhkan pencahayaan yang baik agar tidak gelap saat malam.

Warna biru dapat menyebarkan kesejukan dalam ruangan, karena warna ini berkarakter dingin. Dengan warna biru maka seseorang dapat menikmati suasana suasana sejuk dalam ruangan dan  membuat lebih fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Oleh karena itu maka warna biru sangat cocok digunakan untuk kamar tidur dan ruang kerja.

Warna ungu merupakan warna yang banyak ragam. Ungu tua berkesan misteris dan ungu kemerahan berkesan elegan. Sebaliknya ungu muda menyiratkan kelembutan dan ringan. Perpaduan antara warna ungu muda dan warna ungu pastel dapat menghadirkan kesan anggun dan feminin. Warna ini sangat cocok dgunakan untuk kamar perempuan, sama seperti warna pink.

Demikian beberapa tips yang dapat dipergunakan untuk menentukan warna pada ruanagn/ rumah. Dengan memahami karakter masing-masing warna dapat memudahkan seseorang untuk menciptakan kesan yang diinginkan dalam ruangan. Semoga bermanfaat.

Baca juga ilmu pengasihan ampuh